Sosialisasi Program Keluarga Berencana Bagi Kelompok Masyarakat dan Lintas Sektoral

Sosialisasi Program Keluarga Berencana Bagi Kelompok Masyarakat dan Lintas Sektoral

Kegiatan ini memaparkan capaian kinerja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Toba Samosir (Toba) kurun tiga tahun terakhir yang didukung data-data.Sehingga bisa ada penilaian capaian kinerja di tahun berjalan (2019) .Selanjutnya di tahun 2020 mendatang diharapkan berkembang meningkatkan capaian kinerja kami.

Demikian disampaikan Kepala Dinas PPKB Toba ,Dr. Pontas Batubara pada sambutannya pada acara Sosialisasi Program Keluarga Berencana Bagi Kelompok Masyarakat dan Lintas Sektoral ]di kantor DPP KB Toba, Tambunan ,Balige,Selasa (3/11/2019).

Selanjutnya Pontas Batubara memaparkan evaluasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan data sampai September 2019.

Ia juga mengharapkan program KB tetap didukung oleh TP.PKK Kabupaten Toba Samosir dan khusus program Kampung KB didukung oleh lintas OPD terkait.

Pada bagian akhir paparannya disampaikan 4 kesimpulan yaitu
1.Presentase laju pertumbuhan penduduk pada tiga tahun terakhir mengalami penurunan (Target 1,90%).2.Presentase kebutuhan ber-KB tidak terpenuhi (Unmeet Need) pada tahun 2016 dan 2017 mengalami peningkatan (Target 11,30%), sementara pada tahun 2018 indikator sasarannya terealisasi 11,28%.
3.Angka Kelahiran (ASFR) pada PUS 15-19 tahun mengalami penurunan pada tiga tahun terakhir (Target 65 per 1000 kelahiran)
4.Persentase pemakaian kontrasepsi menunjukkan grafik yang cenderung mengalami peningkatan dan mencapai angka 79 61% pada 2017 dari target 77,00%.

Selanjutnya dua narasumber lainnya yaitu Guru Besar Tetap Ilmu Gizi FKM USU St.Prof.Dr.Albiner Siagian dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PPKB Provinsi Sumatra Utara Laura Ance Sinaga ,SKM,MHSM,MPH menyampaikan paparan tentang PPKB.

Albiner Siagian dalam paparannya berjudul Gizi Untuk Kesehatan Keluarga men menyebutkan Program KB itu bukan semata bertujuan hanya memiliki dua anak saja , tetapi lebih dari itu yaitu merencanakan secara matang sehingga tercapai keluarga yang berkualitas dan memiliki daya saing yang ditunjang terpenuhinya kesehatan, pendidikan dan lainnya.Jadi perubahan pola pikir tentang KB itu perlu disampaikan kepada masyarakat.

Albiner juga menerangkan apa dan bagaimana pola hidup sehat termasuk jenis makanan yang menjadi sumber gizi keluarga .

Kemudian Laura Ance Sinaga memaparkan makalahnya berjudul Pembangunan Berwawasan Kependudukan.

Dikatakan bahwa situasi kependudukan di Indonesia yang mencakup jumlah penduduk yang besar, laju pertumbuhan yang tinggi, kualitas penduduk yang rendah, dan penyebaran penduduk yang tidak merata telah berdampak pada aspek kehidupan sosial ekonomi, lingkungan, serta politik dan pertahanan keamanan.

Ia juga menjelaskan melalui gambaran piramida penduduk di daerah Toba .Pada umur produktif 20-24 banyak yang migrasi.

Hadir sebagai peserta Wakil Ketua TP PKK Toba Ny Iin Ruinah Hulman Sitorus dan jajarannya,sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan lintas OPD, dan sundangan lainnya. (MC Tobasa rik)