Plt. Bupati Tobasa : Pastikan Tidak Ada Beredar Beras Plastik

Beranda / Pelayanan Masyarakat / Plt. Bupati Tobasa : Pastikan Tidak Ada Beredar Beras Plastik
Plt. Bupati Tobasa : Pastikan Tidak Ada Beredar Beras Plastik

Balige, MediaCenterTobasa – Plt. Bupati Toba Samosir (Tobasa), Liberty Pasaribu bersama-sama dengan Polres Tobasa melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Porsea untuk memastikan apakah ada beras yang mengandung plastik, Rabu, (3/6).

Setiba di Pasar Porsea Plt. Bupati Tobasa, Liberty langsung melakukan komunikasi dan bertanya langsung kepada pedagang P boru Sirait. Menurut P. boru Sirait, di Pasar Porsea ini tidak ada beras plastik di jual disini, semua beras yang diperdagangkan murni beras lokal, yang berasal dari hasil pertanian masyarakat Tobasa.

“Tidak ada di jual beras plastik, dipasar ini pak. Semua beras yang kami jual ini murni beras lokal, hasil pertanian masyarakat Tobasa,” katanya.

Dalam sidak ini, ada beberapa pedagang beras yang ditemui Plt. Bupati bersama Kasat Reskrim Polres Tobasa dan beberapa Kepala dinas terkait, namun hasil pantauannya, tidak ada ditemukan beras plastik di jual oleh para pedagang beras.

“Benar, beras palstik tidak ada kami temukan beras plastik dijual para pedagang, dan saya yakin di pasar lainnya pun di Kabupaten Tobasa ini, tidak ada beras plastik itu,”ujarnya.

Hasil pertanian daerah itu masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Tobasa, bahkan lebih. “Itu sebabnya saya mengatakan Tobasa over produksi. Supaya yakni tanyakan Kepala Dinas terkait, berapa ton produksi beras satu tahun, berapa kebutuhan masyarakat dan berapa surplusnya,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Kadis Perindagkop Marsarasi Simanjuntak didampingi Kadis Pertanian Tua Pangaribuan dan Kakan Ketapang Sahat Manullang mengatakan, kebutuhan masyarakat Tobasa akan beras per tahun sebanyak 20 ribu ton. Produksi gabah 120 ton per tahun atau sama dengan 40 ribu ton beras, sehingga Tobasa surplus beras sebanyak 20 ribu ton.

Usai sidak beras plastik, Plt Bupati bersama rombongan melanjutkan sidak, ke beberapa toko kelontong, juga untuk memastikan ada tidaknya barang dagangan seperti roti dan jenis lainnya yang kadaluarsa (expired).

Dari sejumlah toko atau Usaha Dagang (UD) yang di sidak, tidak ada ditemukan jenis barang dagangan yang kadaluarsa, semuanya dalam kondisi baik. (mc.tobasa/sesmontb/edu)