Perayaan Natal Oikumene Wilayah I Kabupaten Toba Tahun 2020.

Perayaan Natal Oikumene Wilayah I Kabupaten Toba Tahun 2020.

Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Toba kali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya nya. Tidak ada lagu kelompok paduan suara, tari-tarian dan kerumunan orang banyak. Natal kali ini digelar dengan sangat sederhana tanpa mengurangi makna dari pada natal itu sendiri.

Perayaan natal tahun ini mengambil tema ” Mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti : Allah menyertai kita ” Yang diambil dari Matius 1 :23b. Natal dilaksanakan di Gereja HKBP Soposurung, Balige, Selasa 15 Desember 2020.

Barisan prosesi yang di pimpin oleh Pdt. Donda Simanjuntak, S.Th, selaku Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan, yang kemudian di ikuti oleh Bupati Toba, Darwin Siagian, dengan rombongan lainnya.

Selama Acara kebaktian tampak Bupati Toba, Darwin Siagian, ikut membacakan liturgi bersama dengan Ketua TPKK Kabupaten Toba, Ny. Brenda Ritawati Darwin Siagian.

Dalam prosesi penyalaan lilin yang dipandu oleh Pdt. Donda Simanjuntak, Bupati Toba, Darwin Siagian bersama dengan Wakil Bupati Toba l, Hulman Sitorus, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Audi Murphy Sitorus, Sabarudin Tambunan, Selaku Anggota DPRD Kabupaten Toba.

Audi Murphy Sitorus, selaku ketua panitia pelaksanaan Natal oikumene, menyebutkan bahwa nantinya perayaan natal ini akan dilaksanakan di III Wilayah di kabupaten Toba. Untuk wilayah I meliputi kecamatan Balige, Tampahan, Laguboti, Sigumpar dan Silaen akan di selenggarakan oleh umat nasrani dengan aliran Luteran/Protestan.

 

Untuk Wilayah II meliputi Kecamatan Siantar Narumonda, Porsea, Bonatua Lunasi, Lumban Julu, Parmaksian, Pintu Pohan Meranti, dan Ajibata akan diselenggarakan oleh umat karismatik . Perayaan natal wilayah II akan dilakasanakan Sabtu 19 Desember 2020 bertempat di Gerja GSRI sipitu-pitu

Untuk Wilayah III meliputi Kecamatan Habinsaran, Borobor dan Nassau akan diselenggarakan oleh oleh umat Katolik. Akan dilaksanakan di Gereja Katolil Paroki Parsoburan , selasa 26 Desember 2020.

Seluruh peserta yang hadir harus menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki areal gereja.