Pemkab Tobasa Berangkatkan 29 Peserta Program Belajar Bahasa Sambil Bekerja Di Jerman

Pemkab Tobasa  Berangkatkan 29 Peserta Program Belajar Bahasa Sambil Bekerja Di Jerman

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melalui Dinas Tenaga Kerja melmberangkatkan 29 orang peserta program belajar Bahasa Jerman sambil bekerja di negara Jerman, di ruang Panatapan rumah dinas Bupati Tobasa, Jum’at (8/6/2018).

Program yang masih baru ini ada karena kerjasama pemerintah setempat  dengan Yayasan Persahabatan Jerman Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tobasa sebelumnya telah melaksanakan pelatihan Bahasa Jerman selama  5 bulan sejak Januari 2018 lalu bagi generasi muda asal Tobasa yang telah mendaftar sebelumnya..

Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus mengapresiasi keberhasilan yang ditempuh seluruh peserta dalam tempo 5 bulan. Kemajuan yang dialami lewat para generasi muda, lanjutnya, perlu kesungguhan untuk peningkatan lagi.

“Bagi Tobasa, ini yang pertama sekali, pasti bisa menggugah motivasi bagi yang lain. Ini sudah luar biasa, ke depan akan kita evaluasi bagaimana untuk meningkatkan”, kata Wabup Hulman Sitorus.

Sabaruddin Tambunan, anggota DPRD Tobasa yang merupakan pencetus ide program ini  menggugah peserta dengan motivasi agar tetap rajin dan latihan. Keberhasilan yang dicapai nantinya setelah melewati berbagai tantangan.

Program belajar sambil bekerja di Jerman ini, katanya, adalah yang pertama kali diadakan di Propinsi Sumatear Utara.

Sabaruddin Tambunan mengharapkan, seluruh peserta mampu memperkenalkan dan membawa nama baik Tobasa melalui sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia Tobasa di negara Jerman.

Kadis Tenaga Kerja Tobasa Drs Tumpal Sianturi dalam laporannya menyampaikan, program peningkatan kesempatan kerja , kegiatan kerjasama pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja bertujuan agar pencari kerja memilki knowledege, skill dan attitude khususnya bahasa Jerman sehingga mampu mengikuti ujian Lisensi B1 di Gote Institut di Jakarta sekitar tanggal 25-26 Juni 2018,  sebagai syarat utama agar bisa mengikuti pendidikan sambil bekerja di Jerman.

Dari 29 orang peserta, 19 orang masuk ikut Ausbildung (B1) yakni bidang perhotelan dan 10 orang masuk program Aufair di bidang perawatan. Selama proses pelatihan berlangsung, peserta juga telah wawancara langsung melalui Skype  dengan pihak perusahaan di Jerman bahkan ada yang telah mendapatkan kontrak dari perusahaan di Jerman.

Materi yang dipelajari sebelumnya selama 400 jam di SMP N 1 Balige sejak Januari hingga Juni 2018 selama ini, dinilai cukup sebagai modal awal untuk diberangkatkan ke Jerman setelah mengikuti ujian dan tahapannya ke depan.

Pada kesempatan itu, para peserta diberi kesempatan memperkenalkan diri dengan menggunakan Bahasa Jerman.

Rangga Pardede,salah seorang perwakilan peserta , menyampaikan terimakasih untuk program pemerintah yang diberikan bagi mereka untuk dapat mencari kerja di luar negeri.

Sementara Stiven Sihombing perwakilan dari Yayasan Persahabatan Jerman Indonesia di Medan, menyampaikan perkembangan peserta, dimana sebagian peserta yang lulus seleksi akan diberangkatkan lebih dahulu ke Jerman.

Program yang dinilai sangat selektif memungkinkan peserta untuk lebih kerja keras dan tidak mustahil ada yang mundur.

Oleh karenanya, lanjutnya, semua peserta dimotivasi untuk tetap bersemangat meraih keberhasilan.

“Kunci keberhasilan adalah rajin, rajin untuk datang ke kelas mengikuti latihan bahasa jerman. Jangan pesimis, bagaimana kita bisa ke jerman, kita harus menguasai bahasa jerman. Kalian juga sudah punya teman disana. Saling membangun dan belajar, maka di ujian B1 harus betul betul serius”, sebutnya.  (MC Tobasa des/rik)