DUKUNG PARIWISATA DANAU TOBA, KEMENHUB RI LUNCURKAN KAPAL FERRY RO-RO 300 GT DARI PANTAI PASIR PUTIH PARPAREAN

DUKUNG PARIWISATA DANAU TOBA, KEMENHUB RI LUNCURKAN KAPAL FERRY RO-RO 300 GT  DARI PANTAI PASIR PUTIH PARPAREAN

Parparean, MC Tobasa- Dirjen Perhubungan Darat RI Budi Setiadi didampingi  Bupati Tobasa Darwin Siagian, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo S.I.K, Kajari Tobasa DR Robinson Sitorus SH, MH, Jajaran pejabat Kemenhub , Humas BPTD II Wilayah Sumut Ardiansyah Nasution, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Oppusunggu, Kapolres Samosir AKBP M Saleh, Kapolres Taput AKBP Horas Marasi Silaen, Tokoh Adat desa Parparean ,  para Pimpinan OPD Tobasa, para Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya, menghadiri peluncuran Kapal Ferri Ro-Ro 300 GT untuk melayani rute pelayaran Ajibata -Ambarita bertempat di Pantai Pasir Putih  Desa Parparean, Hari Sabtu Pagi (9/11/2019).

Budi Setiadi dalam sambutannya bahwa Kapasitas kapal Ferri Ro-Ro 300 GT yang diluncurkan ini   berkapasitas 180 orang penumpang dengan 12 kendaraan Truk @ 10 ton serta puluhan unit mobil jenis sedan dan saat ini  juga ditempat yang sama dilaksanakan  peletakan Lunas Kapal Ferry Ro Ro 200 GT.

Pembuatan Kapal Ferry Penyeberangan Ro Ro 300 GT itu dilaksanakan oleh PT. Dok Bahari Nusantara (DBN) yang telah mendapat kepercayaan penuh dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat RI.

“Di tahun depan, tahun 2020 kita juga sedang merencanakan membangun lagi dua kapal dengan dua lambung, artinya kapal itu selain bisa digunakan untuk penyeberangan juga bisa digunakan untuk berwisata,”

“Saat ini,  pekerjaan kapal ini masih tahap fininshing, masih sekitar 80 persen selesai. Dan atas permintaan Pak Luhut, design interiornya harus dirubah, jadi masih butuh beberapa waktu lagi. Semoga bulan Desember tahun ini sudah dapat digunakan,” sebut Budi.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga berjanji, bahwa atas permintaan Pemerintahan Kabupaten Tobasa maka tahun depan Dermaga akan dibangun di pelabuhan Balige.

“Semua hal ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat sebagai bukti keseriusannya untuk mendedikasikan dan mengangkat wisata DanauToba menjadi wisata kelas dunia. Saya harap, pemerintah setempat juga ikut meningkatkan kapasitas masyarakatnya untuk mendukung wisata itu sendiri,”

“Saya merasakan bahwa wisata Danau Toba begitu menakjubkan yang sangat layak dibangun dan dipromosikan. Kiranya apa yang kami lakukan ini dapat memberi manfaat bagi ekonomi masyarakat serta peningkatan SDM dan Ekosistem kawasan wisata,” ujarnya mengakhiri.

Bupati Tobasa Darwin Siagian, mengapresiasi Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian besar bagi kawasan Danau Toba. “Kita harapkan transportasi dari Tobasa ke Samosir pada saat lebaran Natal hingga Tahun Baru dapat terlayani dengan baik.

Tak hanya itu, kita juga meminta pemerintah pusat membangun galangan kapal permanen di Parparean ini. Sehingga setiap kapal yang butuh docking bisa diselesaikan di sini,” harap Darwin.

Direktur ASDP Ir Chandra Irawan menyampaikan bahwa pembangunan Kapal Roro II 300 GT yang diluncurkan hari ini yang bersumber dari anggaran APBN dengan alokasi waktu 15 bulan pengerjaan dan direncanakan selesai Awal Desember 2019.

Chandra Irawan juga menyampaikan bahwa ada perubahan design dari yang sebelumnya agak besar menjadi diperkecil dengan dana dari awal 34 M menjadi 31 M. Namun desain interior kapal ro-ro ini lebih mewah lagi “Kapal Ro-ro II ini memiliki kapasitas 180 orang penumpang dengan kendaraan sebanyak 21unit dan akan melayani penyebrangan Ajibata-Ambarita” paparnya.

Direktur PT Dok Bahari Nusantara, Sophan Sophian, ST Mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Perhubungan Darat yang selama ini konsisten pembangunan kapal. Diakuinya, kepercayaan yang diberikan kepada PT Dok Bahari Nusantara sangat berpengaruh terhadap kesinambungan perusahaan perkapalan tersebut.

Sebelum peluncuran, dilakukan upacara adat Batak Toba berupa “Boras si pir ni tondi” dan pemecahan telur di bagian lambung kapal, yang artinya, agar operasional kapal Roro ini selalu berjalan baik dan diberkati Tuhan. Usai upacara adat, dilakukan juga penekanan sirene sebagai tanda diluncurkannya Kapal RORO II.

Peluncuran Kapal Ferry Ro Ro 300 GT tersebut, tampak sebanyak empat alat berat berupa Escavator dikerahkan mendorong kapal tersebut dari bibir pantai ke badan sungai. Kegiatan peluncuran tampak berjalan dengan sukses tanpa ada kendala, (MC Tobasa)