Dinas Pertanian dan Ketapang Paparkan Rancangan Awal RKPD di Forum OPD

Dinas Pertanian dan Ketapang Paparkan Rancangan Awal RKPD di Forum OPD

Balige, InfoPublik – Pemkab Toba Samosir, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) dan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), menggelar rancangan RKPD tahun 2020.

Pemaparan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) itu dilaksanakan di hadapan Forum Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) Kabupaten Tobasa untuk Tahun 2020 di Sere Nauli Hotel, Rabu (6/3/2019).

Kepala Bappeda James Silaban dalam sambutannya mengatakan, pemaparan Distanakbun dan Ketapang itu merupakan hasil Musrenbang kecamatan yang telah selesai dilaksanakan untuk dibahas kembali dan memilih skala prioritas.

James menjelaskan, pertemuan para OPD di forum itu bertujuan untuk merumuskan pendapat dan saran serta masukan dari para pemangku kepentingan pembangunan di tingkat kecamatan dan dinas khususnya Pertanian dan Ketapang.

“Sehingga menghasilkan penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah yang menjadi skala prioritas di Distanakbun dan Ketapang untuk Tahun 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distanakbun Tobasa Sahat Manullang dalam paparannya menyampaikan apa saja upaya yang akan diambil pemerintah dalam meningkatkan produksi padi, jagung, bawang merah, kopi dan lainnya di tahun 2020, peternakan, perikanan dan perkebunan.

Seperti upaya peningkatan produksi padi yakni pemberian bantuan benih unggul, pembangunan jaringan irigasi, pembangunan jalan pertanian, pengembangan penangkar benih, peningkatan penerapan teknologi sistem tanam, peningkatan kepemilikan alsintan dan penguatan kelembagaan kelompok.

Sementara itu, dukungan terhadap peningkatan produksi ternak di tahun 2020, pemerintah akan mengadakan ternak kerbau 50 ekor, sapi 24 ekor, dan babi 900 ekor, selain pelaksanaan IB ternak kerbau 60 ekor, IB ternak sapi 240 ekor.

Dalam kesimpulannya, Sahat mengatakan bahwa tidak semua usulan dapat diakomodir pada renja OPD 2020, sehingga para utusan Kecamatan yang hadir saat itu harus maklum apabila ada usulannya yang tidak diakomodir pada 2020.

“Dalam hal ini, OPD harus bijak dalam menentukan usulan yang diakomodir yakni usulan yang sangat prioritas berhubung Pokir dari DPRD belum masuk. OPD harus bersiap menyikapi usulan Pokir DPRD nantinya,” kata Sahat.

Rapat itu dihadiri Assisten 2 Bupati Janpiter Silalahi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Darwin Sianipar, para Camat se Tobasa, para UPT Pertanian Kecamatan, Kepala Desa, kelompok tani dan pihak terkait lainnya. (MC Tobasa bent/cici/toeb)