Darwin Siagian: Rakyat Butuh Jawaban Pasti, Jangan Berbelit-belit

Darwin Siagian: Rakyat Butuh Jawaban Pasti, Jangan Berbelit-belit

Panen perdana lahan persawahan di Desa Nauli Bariba Tali, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba, diawali dengan rembuk tani yang dihadiri Bupati Toba, Darwin Siagian, kepala desa se-Kecamatan Sigumpar, dan delapan kelompok tani pada hari Kamis, 18 Juni 2020.

Dalam acara rembuk tani, salah seorang pengurus kelompok tani mengeluhkan kualitas pupuk dan bantuan traktor yang terlalu besar sehingga tidak cocok dengan kontur tanah.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Darwin Siagian mengatakan akan segera melakukan evaluasi dengan jajarannya di kantor bupati pada sore hari ini juga. Bupati juga menekankan kepada stafnya agar segera menindaklanjuti dengan turun jemput bola untuk menampung dan menyelesaikan persoalan di tengah-tengah kelompok tani. “Tidak zamannya lagi menunggu. Selesaikan segera. Rakyat butuh jawaban pasti, jangan berbelit-belit,” kata Bupati.

Ernita Pakpahan (45 tahun), seorang petani setempat, menyebutkan hasil panen tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Tahun lalu hamparan sawah 4 rante yang diolahnya hanya menghasilkan 800 kilogram gabah basah, dan diharapkan dapat meningkat menjadi 1.200 kilogram tahun ini. Hasil panen sebagian akan disimpan, sebagian lagi untuk bayar pinjaman ke tauke. Di samping bertani, suaminya berprofesi sebagai tukang bangunan, namun terhenti di masa pandemi covid-19. “Ekonomi terasa berat. Untuk membiayai sembilan orang di rumah, aku juga bekerja menyirat ulos, tapi juga terhenti pada masa corona ini,” tutur Ernita.

Senada dengan Ernita, petani Sorta Siagian (55 tahun), menuturkan bahwa selama wabah covid-19 ini hasil pertanian meningkat. Mungkin karena orang tidak sering keluar rumah, katanya, ular tidak terganggu lewat dari sawah. “Dison ulok dang dipamate, dipasombu do. Molo dibolus ulok hauma, gabe ma antong gogo na,” ujar Sorta.

Menurut Ernita Pakpahan dan Sorta Siagian, petani di desa tersebut menggunakan varietas padi lokal berumur enam bulan. Setelah selesai panen, masyarakat akan menanam jagung untuk menunggu masa bercocok tanam berikutnya pada bulan Desember 2020.

Jasminto Siahaan, Koordinator Pengendali Hama Penyakit (PHP) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Toba, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan hama di 180 ha sawah di Bariba Tali pada 2019 karena terserang hama kresek, yang mengakibatkan hasil panen menurun. Tahun ini hama tersebut sudah dapat diatasi sehingga hasil panen meningkat.

Melalui metode ubinan padi yang didampingi oleh staf Badan Pusat Statistik Kabupaten Toba, didapatkan hasil 8,17 ton per hektare, di atas rata-rata 6,1 ton hasil panen padi di Kabupaten Toba. Penyuluh pertanian sudah memberikan pelatihan jajar legowo dan pengolahan tanah serta memfasilitasi kelompok tani untuk masuk ke daftar rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK).