Bansos KKS Tidak Boleh Dicairkan di ATM

Bansos KKS Tidak Boleh Dicairkan di ATM

Wakil Bupati Toba, Hulman Sitorus, menyerahkan kartu keluarga sejahtera (KKS) berupa sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di aula Kantor Camat Porsea, Rabu, 13 Mei 2020, yang juga dihadiri Camat Porsea, Robert Manurung.

Sebanyak 107 KPM yang ditetapkan telah diundang untuk menerima kartu KKS dimaksud, tetapi 30 orang di antaranya tidak hadir untuk mengisi data yang disediakan dan selanjutnya dikirim ke pusat oleh Bank Mandiri.

Besar bantuan sosial (bansos) yang akan diterima oleh KPM adalah sebesar Rp200.000 per bulan, dan yang akan dicairkan adalah untuk bulan April dan Mei. Dari besar bansos yang diterima itu akan dicairkan dalam bentuk sembako, yang dapat diambil di agen-agen e-warung yang sudah ditetapkan.

Bansos tidak dicairkan di ATM Mandiri agar penyalurannya dapat berlangsung efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

Sebelum penyerahan kartu secara simbolis dilakukan, Wakil Bupati Hulman Sitorus meminta masyarakat agar disiplin dan mematuhi anjuran pemerintah. Dia juga meminta penerima bantuan untuk mengucap syukur atas bantuan yang sudah diperoleh, serta tidak lupa berdoa dan memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa.

“Saya merasa lemas ketika mendengar hasil swab dari Rumah Sakit USU bahwa ada satu orang warga Toba yang terkonfirmasi positif corona. Saya merasa bahwa kunjungan saya ke setiap posko relawan covid menjadi tidak berarti. Saya memohon kepada masyarakat agar selalu mematuhi segala anjuran dari pemerintah,” kata Hulman.

Seorang penerima KKS, Uli Napitupulu, warga Desa Parparean I, sangat senang atas bantuan yang diterimanya. Mantan mekanik sepeda motor itu tidak lagi memiliki pekerjaan karena usianya yang sudah renta. Padahal, dia masih harus menghidupi dua orang anak yang menjadi tanggungannya. Seorang di antaranya mengalami gangguan jiwa, dan seorang lagi penganggur.