Bank Sumut Bantu Benang Penenun Ulos Batak

Bank Sumut Bantu Benang Penenun Ulos Batak

Untuk merangsang semangat warga dalam membangkitkan usaha tenun ulos Batak di daerah Desa Sigaol Barat Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba  Samosir (Tobasa), PT Bank Sumatera Utara (Sumut) Cabang Balige menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa benang senilai Rp60.142.300.

Bantuan ini diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Tobasa Hulman Sitorus di Sigaol Barat, Kamis  (29/3). Wabup Hulman Sitorus menyambut baik CSR ini dan mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumut. Ia  berharap warga desa yang kebanyakan kaum ibu-ibu  penenun ulos Batak menggunakannya dengan sebaik mungkin.

”Pemerintah berkomitmen akan mendukung segala usaha yang dilakukan warga untuk peningkatan nilai ekonomi,” katanya.

Selain itu, kata Hulman Sitorus, Desa Sigaol Barat yang berada di tepi pantai Danau Toba juga memiliki potensi wisata pantai indah. “ Mari kita benahi lokasi pertenunan ulos yang indah ini,” katanya.

Penyerahan bantuan disambut baik Kepala Desa Sigaol Barat Hotman Butarbutar dan anggota kelompok perajin penenun ulos. “Dengan bantuan pengadaan benang ini akan menjadi pemicu semangat kami untuk lebih giat mengembangkan usaha produksi ulos di daerah kita,” kata Hotman Butarbutar.

Sementara Tokoh masyarakat setempat Toba Butarbutar mengusulkan kepada pemerintah agar harga jual prosuksi ulos daerah mereka dijamin melalui koperasi.

Bantuan pengadaan benang  sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Tobasa dimana para penenun di daerahnya akan dibina dan dibantu sehingga semangat berkarya meningkat.

Ketua Dekranasda Brenda Ritawati Darwin Siagian memberi masukan agar penenun ke depan memperhatikan corak, perpaduan warna dan kerapian hasil tenunannya. “Karena nilai atau harga ulos tidak semata mata ditentukan jenisnya tetapi corak, warna dan kerapian hasil tenunan sangat menentukan,” katanya.

Ia juga meminta supaya pada pelatihan yang akan dilakukan penenun benar-benar mengikuti dengan baik sehingga ilmunya bisa ditularkan ke penenun lainnya. “Dengan demikian hasilnya akan lebih bagus dan berkualitas, mampu bersaing dengan karya tangan pengrajin ulos dari daerah lain, sehingga dapat dilihat menjadi daya tarik dan diminati masyarakat dan wisatawan,” katanya. (MCTobasa anry/rik/Vira)