Memaknai Ulang Peran Agama dan Budaya di Tobasa

Memaknai Ulang Peran Agama dan Budaya di Tobasa

Balige, Memaknai ulang peran agama dan budaya sebagai dasar pembangunan etos hidup masyarakat Toba Samosir dalam menghadapi perkembangan zaman,diseminarkan oleh para tokoh – tokoh agama bersama tokoh-tokoh adat dan masyarakat,di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba Samosir, Jumat (23/3).

Seminar sehari ini,dibuka oleh Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus. Pembicara sebagai narasumber pada seminar yang diketuai oleh Drs Audy Murphy Sitorus dan Pdt Estomihi Hutagalung sebagai sekretaris, P Dr Togar Herman Nainggolan OFMCap, Prof Dr Bungaran Antonius Simanjuntak,Guru Besar Emeritus UNIMED dan Dr RE Nainggolan tokoh masyarakat Sumut yang juga penggiat geopark kaldera Toba.

Hadir pada seminar sehari yang dimoderatori Pdt Estomihi ini, para tokoh – tokoh agama dari berbagai dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Toba Samosir. Ada tokoh – tokoh adat dan masyarakat,termasuk Tim Penggerak PKK,anggota DPRD Tobasa, penggiat budaya.

Ketua Panitia penyelenggara seminar Drs Audy Murphy Sitorus pada pembukaan yang diawali dengan kebaktian singkat ini, menyebutkan,seminar sehari ini,sebagai tindak lanjut dari adanya keinginan dari beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat,setelah adanya pertemuan dengan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, beberapa waktu yang lalu,tentang diskusi tentang arah pembangunan Toba Samosir depan.

“Ini sebagai tindak lanjut usai pertemuan dengan Bupati Tobasa yang mengundang tokoh-tokoh yang ada di Tobasa, membicarakan masalah – masalah yang terjadi di Kabupaten Toba Samosir,” terang mantan Sekdakab Tobasa ini.

Harapan dan semangatnya pelaksanaan seminar sehari ini,lanjut staf Ahli Bupati Tobasa ini,Bagaimana makna dari seminar ini bisa dilaksanakan di Tobasa. Mengingat bahwa tokoh tokoh agama dan tokoh adat dulunya sangat dihargai di Tobasa. Oleh karena itu, bagaimana perlu dikaji kembali makna dari peran para tokoh- tokoh ini sendiri.

Wabup Tobasa Hulman Sitorus,diawal pembukaan mengatakan, pemerintah Kabupaten Toba Samosir dibawah pemerintahan Darwin – Hulman, merindukan kegiatan -kegiatan yang diinisiasi oleh para tokoh-tokoh,apakah itu tokoh agama, tokoh adat dan juga tokoh masyarakat serta sthakholfer lainnya.

Melihat tema seminar ini,tambah Wabup,sangat penting. Dimana saat ini sepertinya adanya kemunduran nilai nilai luhur agama dan budaya,ditengah- tengah masuknya budaya luar.

Menyikapi kondisi di Toba Samosir ini, seminar ini juga ,sebagai langkah bersama,baik pemerintah dan masyarakat secara massif guna mendukung Danau Toba sebagai kawasan parawisata nasional yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. (MC Tobasa edus/rik/eyv)